Home Berita Studi Banding Misi Pengembangan Kurikulum Tim Pascasarjana IAI Tribakti

Studi Banding Misi Pengembangan Kurikulum Tim Pascasarjana IAI Tribakti

285
0
SHARE

MALANG – Dalam rangka menyusun kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, kebutuhan stakeholder lulusan dan agar mahasiswa mampu menjadi lulusan yang ahli dalam bidang kurikulum Pendidikan Dasar maka pengelola Pascasarjana IAI Tribakti mengadakan studi banding. Karena menurut data Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur terdapat sekitar 238 MI di Kabupaten Kediri, 17 di Kota Kediri, 125 di Kabupaten Nganjuk, dan 114 di Kabupaten Tulungagung, untuk itu pada tanggal 28 Maret 2017 Program Studi PGMI Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri menyelenggarakan kunjungan studi banding pengembangan kurikulum ke Universitas Islam Malang (UNISMA).

Sejak pukul 08.00 tim pascasarjana diterima di Kantor Rektorat UNISMA oleh Prof. Dr. Masykuri Bakri, M.Si., tim yang terdiri dari Dr. Suko Susilo, M.Si. Direktur Program Pascasarjana IAI Tribakti, Dr. Badrus, M.Pd. sebagai kaprodi PAI, Dr. Moh. Turmudzi Abror, M.Pd. sebagai kaprodi PGMI, Prof. Dr. Nur Ahid, M.Pd. sebagi pakar ahli kurikulum beserta para dosen diantaranya Dr. Ahmad Jauhar Fuad, M.Pd., Dr. Ali Imron, M.Pd. dan jajaran Yayasan yang terdiri dari KH. Athoillah Shalahuddin Anwar, KH. Ibrahim al-Hafidz, KH. Melvin Zainul Asyiqien, M.Pd.

Prof. Masykuri menyampaikan bahwa pengembangan kurikulum prodi PGMI pascasarjana IAI Tribakti Kediri diorientasikan pada upaya untuk: menghasilkan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman, mengaitkan satu komponen dengan yang lainnya untuk menghasilkan kurikulum program studi PGMI untuk lebih baik, penyusunan (desain), pelaksanaan, penilaian, dan penyempurnaan kurikulum Pendidikan dasar Islam yang telah ada. Kemudian dari struktur kurikulum mencakup 4 aspek yaitu:

1. Aspek pembentukan kompetensi fundamental dalam kerangka pengembangan ilmu pengetahuan, baik dalam rangka penemuan (discovery and inventory), maupun penyempurnaan.
2. Aspek pembentukan dan pengembangan kemampuan analisis atas beberapa problem ilmiah, keislaman, profesi dan perubahan social.
3. Aspek pembentukan dan pengembangan kapasitas dan kualitas keahlian dalam pengertian yang luas, holistic dan strategis, ditinjau dari sudut pengemabngan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
4. Aspek pengembangan kemampuan ilmiah yang bersifat menunjang integritas, kapasitas, dan kualitas pembelajaran.

Kemudian Dr. Suko Susilo menambahkan bahwa pengembangan kurikulum PGMI sekarang ini harus menambah berbagai inovasi dari beberapa ahli dan para pemangku kebijakan pemerintah agar dapat memperkaya role model sistem Pendidikan yang ada di Pascasarjana IAI Tribakti. Strategi ini diperlukan untuk membuat mahasiswa Tribakti keluar dari zona sistem lama dan dapat mengikuti perkembangan yang lebih mutakhir dan efektif dalam pengembangan kurikulum yang ada di PGMI. Di antara para ahli yang diminta pendapatnya yaitu Prof. Dr. Masykuri Bakri dari UIN Jakarta, Prof. Dr. Nur Syam dari Dirjen Pendis, beliau-beliau diharapkan memberikan beberapa masukan dalam pengembangan prodi PAI dan PGMI, bahkan kepada almarhum Dr. Syaifannur mantan dekan Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta, Prof. Dr. Aziz Fakhrurrazi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Prof. Dr. Yunan Yusuf dari UIN Ciputat. Dari masukan masukan para ahli dan pakar tersebut diharapkan dapat membawa Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri kearah yang lebih baik.

Kemudian dalam menetapkan visi dan Misi PGMI maupun PAI, Dr. Suko Susilo juga berdiskusi dengan calon pengguna PAI dan PGMI dan berbagai stake holder dan pemangku kebijakan untuk dapat menyelenggarakan kegiatan Pendidikan yang inovafif dan efektif dalam menyelenggarkaan pengebangan kurikulum pembelajaran di Pascasarjana IAI Tribakti Lirboyo Kediri.