Home Berita Pascasarjana IAI Tribakti Pastikan Lulusannya Layak Jadi Dosen

Pascasarjana IAI Tribakti Pastikan Lulusannya Layak Jadi Dosen

302
0
SHARE

KEDIRI – Dalam rangka menyiapkan lulusan terbaiknya, Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri bakal menerjunkan mahasiswanya untuk menjadi dosen sementara di berbagai kampus di Kediri. Kegiatan Uji Kompetensi Lapangan (UKL) tersebut dinilai efektif untuk menguji kemampuan mengajar para mahasiswa pascasarjana, sehingga usai lulus mereka siap dan layak untuk menjadi dosen pengajar di perguruan tinggi.

Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana Dr. Badrus saat pembekalan UKL di Aula Mahrus Ali, Ahad (29/9/2019) mengatakan bahwa di Jawa Timur hanya Program Pascasarjana IAI Tribakti Kediri yang menyelenggarakan program UKL tersebut.
“Maka ini menjadi daya saing tersendiri bahwa kampus kita memang benar-benar menyiapkan lulusan yang kompeten. Tunjukkan bahwa kalian adalah asisten dosen yang yang kapabel dan memiliki kompetensi mengajar yang baik. Bagaimanapun anda sekalian akan belajar bersama menjadi dosen,” pesan Dr. Badrus di hadapan para peserta UKL.

Dr. Badrus membekali para peserta UKL dengan menyampaikan beberapa tips ketika mengajar di hadapan para mahasiswa layaknya menjadi seorang dosen. Sehingga, proses perkuliahan tidak menjenuhkan dan membosankan. Menurutnya menjadi seorang dosen harus menguasai betul materi, model belajar yang inovatif juga kreatif.

“Dosen harus mampu membagi materi sampai dengan beberapa tatap muka, sehingga tidak kehabisan materi. Setiap pertemuan bisa diawali dengan memberi motivasi sehingga mahasiswa tertarik untuk bicara. Kemudian bisa membentuk diskusi untuk mahasiswa mengeksplorasi pengetahuan mereka. Kemudian dosen harus mampu menyampaikan teori terbaru juga terkait materi yang disampaikan,” ungkap Dr. Badrus.

Sementara itu, Dr. KH Turmudzi Abror, M.Pd.I juga menyebut bahwa lulusan pascasarjana Intitut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri bukan lagi untuk tenaga pengajar di sekolah dasar atau menengah melainkan disiapkan untuk menjadi dosen di kampus.

“Selain itu juga dalam rangka menguji kemampuan serta mental para calon dosen ini. Karena meskipun cerdas dan pintar seperti apa, ketika tidak memiliki keberanian menyampaikan di hadapan para mahasiswa ya percuma. Kita tidak layak untuk menjadi dosen,” tegas Dr. Turmudzi memberi pengarahan.

Kali ini, Uji Kompetensi Lapangan yang diadakan oleh Program Pascasarjana IAIT Kediri tidak hanya praktek di dalam kampus setempat. Melainkan bekerjasama dengan dua kampus tetangga di Kediri. Yaitu Universitas Brawijaya (UB) Kampus III Kediri dan Universitas Kadiri (UNIK). [Isnan]