Home Seminar & Workshop Webinar Pendidikan S2 Guru Madrasah Ibtidaiyah: Mengenal Disleksia dan Strategi Belajar di...

Webinar Pendidikan S2 Guru Madrasah Ibtidaiyah: Mengenal Disleksia dan Strategi Belajar di Sekolah

222
0
SHARE

KEDIRI – Webinar Pendidikan yang diselenggarakan oleh S2 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah adalah dalam rangka memperingati Hari Peduli Disleksia pada tanggal 07 Oktober 2021. Tema yang disajikan adalah “Mengenal Disleksia dan Strategi Belajar di Sekolah”. Pemateri dalam webinar ini adalah Dr. Sri Susanti Tjahja Dini, M.Pd. Beliau adalah dosen tetap S2 PGMI di Program Pascasarjana IAIT Kediri. Selain mengajar, beliau juga menjadi praktisi untuk tumbuh kembang anak dan juga anak-anak berkebutuhan khusus.

Webinar pendidikan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa PGMI dan prodi PAI, dosen di Program Pascasarjana IAIT dan juga praktisi pendidikan. Beliau menjelaskan definisi disleksia ciri-ciri dan kiat anak-anak disleksia saat belajar. Ciri-ciri disleksia di antaranya adalah kesulitan membaca dan menulis, kesulitan memahami instruksi, gampang lupa, ceroboh dan tidak teratur, mudah menyerah dan lambat dalam mengerjakan tugas. Peran serta orang tua, guru, dan orang-orang di sekitar juga membantu anak-anak disleksia dalam belajar.

Strategi belajar untuk anak-anak disleksia di antaranya adalah latihan membaca dan menulis secara rutin, jangan mudah menyalahkan anak saat melakukan kesalahan, menggunakan media belajar khusus, tingkatkan rasa percaya diri anak, memberikan motivasi belajar kepada anak, membuat pelajaran menjadi lebih menarik dengan metode yang sesuai. Seluruh peserta webinar antusias mendengarkan penjelasan dari Pemateri, ada beberapa peserta mengajukan pertanyaan terkait hambatan belajar anak-anak disleksia dan solusinya. Peserta yang mengajukan pertanyaan juga memiliki pengalaman mengajar anak-anak disleksia, sebagai orangtua anak-anak disleksia, juga sebagai penyandang disleksia.

Di penghujung webinar, Pemateri juga mengingatkan orang tua yang memiliki anak-anak dengan penyandang disleksia untuk memahami kelebihan dan kekurangan anak, membersamai anak dalam belajar, menjadikan belajar sebagai kegiatan yang menyenangkan, menerapkan kedisiplinan, memberikan instruksi satu per satu, juga bekerjasama dengan guru serta pakar yang menunjang keberhasilan anak dalam belajar.