Home Berita Pascasarjana IAI Tribakti Mengikuti Rakernas VIII APAISI Guna Penguatan Profesi

Pascasarjana IAI Tribakti Mengikuti Rakernas VIII APAISI Guna Penguatan Profesi

241
0
SHARE
Pascasarjana IAI Tribakti Mengikuti Rakernas VIII APAISI Guna Penguatan Profesi

SUMENEP – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VIII Asosiasi Pascasarjana Agama Islam Swasta Indonesia (APAISI) yang digelar di Hotel de Baghraf, Kota Sumenep selama tiga hari, mulai Senin sampai dengan Rabu, tanggal 13 sampai dengan 15 Desember 2021, telah berjalan dengan lancer dan sukses.

Acara Rakernas tersebut diisi dengan sebuah seminar nasional bertema “Penguatan Profesi Lulusan Pascasarjana Agama Islam Swasta: Membangun Peluang Kerja dan Jejaring Kemitraan di Era Revolusi Industri 4.0, Society 5.0, dan Pendidikan Abad 21” yang diselenggarakan APAISI dan Program Pascasarjana INSTIKA Sumenep.

Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur PPS IAI Tribakti Dr. Abbas Sofwan MF, LL.M. dan KaProdi PAI PPS IAI Tribakti Dr. Tri Prasetyo Utomo, M.Pd.

Seminar nasional dengan tema tersebut menjadi tajuk kegiatan dikarenakan, Indonesia sebagai Negara berkembang juga memiliki tantangan tersendiri dalam hal pendidikan dan penyiapan sumber daya manusia ketika memasuki dan menghadapi perubahan revolutif yakni bersamaan dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0 dan society 5.0 serta tuntutan keterampilan pendidikan pada abad ke-21.

Perubahan revolutif yang terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk yang sangat padat di dunia, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan jumlah penduduk Indonesia hingga Desember 2020 mencapai 271.349.889 jiwa (BPS, 2021). Kenyataan yang ada, kenaikan jumlah penduduk telah menciptakan kenaikan angkatan kerja, dan hal tersebut menciptakan kenaikan pengangguran yang secara garis besar sangat signifikan setiap tahunnya. Salah satu yang menjadi faktor kunci yang harus dilakukan dalam reformasi ekonomi adalah peningkatan kompetensi, keterampilan hidup, dan profesionalisasi tenaga sumber daya manusia (SDM).

Tantangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi berbasis keagamaan dikategorikan menjadi dua. Pertama, tantangan yang datang dari sumber internal, yaitu meningkatkan kontribusi sumber daya manusia terhadap civil work yang juga mengalami perubahan. Kedua, tantangan yang datang dari sumber eksternal, yaitu tuntutan dunia kerja yang berubah telah pula menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi perguruan tinggi untuk menyiapkan keterserapan lulusannya dalam dunia kerja. Termasuk hal berat bagi perguruan tinggi berbasis keagamaan.

Peningkatan Profesi seseorang dalam bidang apapun menuntut terpenuhinya keahlian, komitmen, dan keterampilan yang relevan. Profesi pada hakekatnya merupakan suatu pekerjaan tertentu yang menuntut persyaratan khusus dan istimewa sehingga meyakinkan dan memperoleh kepercayaan pihak yang memerlukannya. Keahlian diperoleh melalui apa yang disebut profesionalisasi, dilakukan baik sebelum seseorang menjalani profesi itu (pendidikan/latihan pra-jabatan) maupun setelah menjalani suatu profesi (in-service training).

Pentingnya gagasan penguatan alumni perguruan tinggi keislaman/keagamaan di tengah kondisi work life (kehidupan kerja) yang berubah karena tuntutan dan perubahan Revolusi industri 4.0, society 5.0 dan keterampilan pendidikan abad 21 diiringi pula dengan tuntutan dan perubahan yang diakibatkan Covid 19 Pandemic yang sudah hampir 2 tahun dan diiringi pula dengan program pemerintah seperti MBKM (Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka), guru dan dosen penggerak, serta berbagai perubahan pendidikan dari physical approach ke digital approach atau cyber approach. Kehidupan beragama pun tidak terlepas dari dunia digital, termasuk pengajian keagamaan lebih banyak dilakukan secara virtual dan viral sebagai perubahan riel. Berdasarkan pokok-pokok pemikiran ini maka perguruan tinggi keagamaan/keislaman perlu memikirkan peluang kerja bagai para alumninya termasuk jejaring kerja yang dapat dibangun pada masa sekarang dan masa yang akan datang.