Home Berita REELS Pascasarjana IAI Tribakti Lirboyo Kediri 2022

REELS Pascasarjana IAI Tribakti Lirboyo Kediri 2022

242
0
SHARE
JAKARTAReality Experiential Study (REELS) yang diadakan oleh Program Pascasarjana IAI Tribakti Lirboyo Kediri pada tanggal 4 – 6 Juli 2022, merupakan kegiatan belajar secara nyata di lapangan. Sebagian pakar mengatakan, bahwa proses pembelajaran yang baik harus menimbulkan kesan mendalam terhadap peserta didik/mahasiswa. Tidak heran apabila terdapat beberap strategi, teknik, cara, dan pendekatan dalam proses belajar-mengajar. Salah-satunya adalah melalui kegiatan Reality Experiential Study (REELS). Kegiatan ini mencoba mengahadirkan proses belajar riil di lapangan (reality). Menghadirkan suasana belajar yang nyata dan sesungguhnya melalui pemilihan destinasi pusat studi menjadi model pilihan kegiatan REELS Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti. Suasana belajar menjadi sebagian kata kunci pada kegiatan Reality Experiential Study. Banyak celah dan peluang bagi mahasiswa untuk menemukan ceruk keilmuan mendalam. Melalui setting studi reality mahasiswa dapat menangkap kesan-kesan mendalam ilmu pengetahuan. Ini menjadi asupan akademik yang sebenarnya untuk menemukan kearifan, kebijaksanaan, dan wisdom. Wisdom tidak dapat dipelajari di dalam kelas, tetapi harus dipadukan antara teori di bangku perkuliahan dengan reality experiential study.

Kegiatan Reality Experiential Study (REELS) terlaksana atas inisiasi Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti. Dr. H. Abbas Sofwan MF, LL.M. selaku Direktur Program Pascasrajana IAI Tribakti, Dr. Tri Prasetiyo U, M.Pd., dan Dr. Marita Lailia R, M.Pd., selaku kepala program studi serta dibantu oleh tenaga tata usaha Pascasarjana, M. Mughni Labib, M.Pd., Ibnu Hamdan, dan Annisa Rahmadiah Ali, M.Pd. Kegiatan Reality Experiential Study dapat terlaksana dengan baik. Sinergi dari pengelola Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti mencetuskan kepanitiaan. Kepanitiaan ini dipercayakan kepada Dosen Pascasarjana IAI Tribakti Lirboyo Kediri, yaitu Dr. Ahmad Fauzi, Lc., M.H.I. Melalui berbagai rapat dan musyawarah, maka tersusunlah desain kegiatan Reality Experiential Study.

Kegiatan Reality Experiential Study penting untuk dilaksanakan. Di atas sudah disinggung, proses pembelajaran yang baik harus menimbulkan kesan mendalam terhadap mahasiswa. Sebagain pakar mengatakan, kuliah adalah tekanan semu yang diberikan dosen terhadap mahasiswa. Proses Reality Experiential Study merupakan media memberikan tekanan semu tersebut sehingga mahasiswa mampu menggali ilmu pengetahuan secara langsung di lapangan. Salah-satu kepribadian ke-magister-an adalah mampu menemukan solusi atau pengetahuan dan ilmu yang orang lain belum pernah mebayangkannya atau memikirkannya. Berbagai destinasi yang menjadi tujuan Reality Experiential Study diharapkan mampu memberikan rangsangan kritis terhadap mahasiswa untuk menggali pengetahuan dan ilmu. Jadi, Reality Experiential Study perlu dan penting untuk dilaksanakan di tingkat Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti.

Kegiatan Reality Experiential Study dilaksanakan pada akhir semester dua, menjelang semester tiga. Pemilihan waktu tersebut, tentu dapat digunakan sebagai wawasan dalam penyusunan karya ilmiah yang akan dilaksanakan pada paruh semester tiga. Materi yang telah dipelajari selama dua semester di bangku perkuliahan dirasa cukup untuk dibawa ke lapangan. Perpaduan antara pengalaman teori dan penglaman reality dilapangan diharapkan mampu menjadi pemantik nalar kritis mahasiswa dalam menggali pengetahuan dan ilmu yang tersirat di berbagai pusat studi. Jadi, momen akhir semester dua menjelang semester tiga menjadi waktu yang tepat untuk eksplorasi di lapangan khususnya pusat-pusat studi, institusi kebijakan Pendidikan, dan wahana lainnya yang menjadi pemantik nalar kritis mahasiswa.

Destinasi pertama jatuh pada masjid at-Tin Jakarta pusat. Masjid yang bersebelahan dengan miniatur Indonesia atau Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menjadi pilihan untuk membuka cakrawala keilmuan yang menyamudera. Nama masjid ini terambil dari salah-satu nama surah dalam alquran, yaitu surah at-Tin urutan ke 95 dalam urutan penulisan alquran. At-Tin sejenis buah yang disebutkan dalam alquran dan kaya akan manfaat. Buah tin memiliki karakter yang manis, lezat atau sedap, dan bergizi. Pemilihan masjid sebagai singgah perdana ini tentu relevan dengan peristiwa isra’ mi’raj nabi Muhamad yang memilih dari masjid ke masjid. Masjid merupakan tempat yang penuh berkah. Berkah tersebut karena mengalir kebajikan dalam setiap aktivitas di masjid. Harapannya, mahasiswa pascasrjana Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti dapat menghadirkan pengetahuan dan ilmu yang manis. Manis bermakna lembu dan berkesan dalam menyampaikan. Guru Pendidikan Agama Islam atau Guru PGMI yang lemah lembut dalam menyampaikan pengetahuan dan ilmunya sehingga tercipta pembelajaran yang berkesan atau bermakna. Tidak hanya berhenti pada tahap manis, tetapi adanya buah tin memiliki karakter lezat atu sedap. Tampilan guru PAI dan PGMI ketika menyampaikan pengetahuan dan ilmu selalu sedap atau mudah dipahami dan disukai oleh berbagai peserta didik. Ini tidak lain dari proses pembelajaran yang menggabungkan antara teori dan praktik dalam bingkai Reality Experiential Study. Karakter ketiga, adalah mengandung banyak gizi. Gizi penting untuk asupan tubuh manusia. Gizi dalam proses pembelajaran adalah nilai spiritul yang didapatkan oleh guru PAI dan PGMI yang bebasis pesantren. Kewajiban guru tidak hanya transfer ilmu pengetahuan tetapi mendidik. Bagian dari dimensi mendidik adalah senantiasa memberi asupan spiritual kepada peserta didik melalui doa. Basis pesantren menjadi sebagian keunggulan mahasiwa Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti. jadi, memberikan doa kepada peserta didik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi spiritual sarjana Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti.